Kumpulan Puisi Ibnu Manja

Mawar Mungil
Di tepian peristirahatan sendiri
Dalam penantian sangat panjang
Menguras kisi-kisi hati berdarah
Akan dahaga suatu pengharapan
Hadirlah…..
Belailah kuncup hati ini
Dengan belaian lembut jemarimu
Datanglah suatu keikhlasan untuk memilih
Satu diantara sejuta pesona
Yang kupunya cuma sekerlip
Anggap itu cukup….

Dan jangan cuma diam

Melati Kecil

Tawarkan mawar,
Pada sisa-sisa bukit terbakar
Dalam bungkahan dada yang asam
Terungkitlah sayangku padanya
Seperti senja terus meniti ma’na
Di sepanjang leher waktu

Oh manis,
Ranummu belum seberapa sampai
Namun pesona yang terpancar mematikan aku
Hingga kehilangan petuah
Untuk menjinakan arah angin yang buta
Lalu luruh juga cinta dari langit sukmaku
Pada pangkuan jambangan mu

Dan ikhlasku memilih
Melati kecil dibatas gamang
(Jatinangor, 07 sept ‘04)
Cerita Sepotong Gelombang Tentang Nasib

Kupaparkan kemiskinanku
Dengan penuh gairah
Pada gelombang yang menerpa karang
Dilautan mengerikan Namun,
Ia pun bercerita tentang derita yang menimpanya
(Jatinangor, Akhir September yang paling akhir…)
Biarlah Aku Penuhi Samudramu Dengan Air Mata
Aku melihat mentari berufuk diwajahmu
Dan kuingin menyatu dengan sinar matamu
Untuk menembuis batas cakrawala nan jauh
Sebab berpaling darimu adalah malam bagiku

Aku membaca prasasti di bebatuan sejarah
Yang telah berlumut digerbang tradisimu
“samudra ini takkan pernah tawar
Meski beribu sungai mengalir dari sukmamu”

Lalu kutatap keluasan langit
Demi saksi bagi sumpahku
“samudra itu kelakkan kering
Dan,
Biarlah aku penuhi dengan air mata”
(Jatinangor, 24 okt ‘04)

Sahabat

Malam belum sepenuhnya turun
Sapaan mega masih nyata
Kuakrabkan diri dengan gambar diammu bisu
Yang tak merasakan apa-apa
Walau sekian lama kupandangSahabat,
Basahilah raut hati ini
Dengan kenangan kebersamaan
Yang kita telah tempuhEntahlah kini kalian dimana
Yang kutahu hanyalah membuka lembaran-lembaran
Yang sekian lama tercipta dan kini telah usang
(Jatinangor, 03 nov 04)

Untitled (Belum ada judul)

Kuliah…
Tugas…
Kuliah…
UTS..
Tugas Lagi…
Enak ke kebun aja nongkrong
Atau kesawah ngusir burung, khan mau panen
Eh Mak,
Kalau panen besok
Beliin aku sepatu baru yaw,
Terus baju ketat sama celana dasar

(kantin fikom, 21 sept ’04 11.00 wib)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s