Situs Sejarah di Jatinangor

dsc_0122.jpgBy:Habibi Ramli

Jatinangor yang selama ini dikenal sebagai kawasan pendidikan ternyata menyimpan situs-situs sejarah yang cukup menarik. Mungkin banyak yang sering melihat namun mereka tidak menyadari kalau yang mereka sering lihat itu adalah benda atau tempat yang memiliki nilai sejarah. Beberapa situs bersejarah tersebut yang ada di Jatinangor antara lain berupa menara jam di kampus UNWIM dan jembatan di Cikuda.
Menara Loji
Menara jam yang sering disebut Menara Loji oleh masyarakat sekitar dibangun sekitar tahun 1800-an. Menara tersebut pada mulanya berfungsi sebagai sirene yang berbunyi pada waktu-waktu tertentu sebagai penanda kegiatan yang berlangsung di perkebunan karet Cultuur Ondernemingen Van Maatschapaij Baud milik Baron Baud. Bangunan bergaya neo gothic ini dulunya berbunyi tiga kali dalam sehari. Pertama, pukul 05.00 sebagai penanda untuk mulai menyadap karet; pukul 10.00 sebagai penanda untuk mengumpulkan mangkok-mangkok getah karet; dan terakhir pukul 14.00 sebagai penanda berakhirnya kegiatan produksi karet.

Baron Baud adalah seorang pria berkebangsaan Jerman yang menanamkan modal bersama perusahaan swasta milik Belanda dan pada tahun 1841 mendirikan perkebunan karet bernama Cultuur Ondernemingen van Maatschapaij Baud yang luas tanahnya mencapai 962 hektar. Perkebunan karet ini membentang dari tanah IPDN hingga Gunung Manglayang.
Sekitar tahun 1980-an lonceng Menara Loji ini dicuri sehingga Menara Loji pun sudah tidak bias bersuara lagi. Saat ini Menara Loji nampak tidak terurus. Perawatan terakhir menara ini berupa pengecatan ulang yang dilakukan oleh pihak Rumah Tangga UNWIM pada tahun 2000.

1 Komentar

Filed under All About Jatinangor

One Response to Situs Sejarah di Jatinangor

  1. tertarik dg jatinangor, bekas perkebunan tuan Baud dan Mimosa putrinya, sampai akhir hayatnya mereka di makamkan di sana. dari info yang sy dapat mereka masih mempunyai anak keturunan di jerman, tapi sy tdk bisa mencari kontaknya. artikel2 ttg cucunya mimosa dengan von kleitzing terakhir mendapatkan nobel umur hidup tertua kedua di jermanCountess Mimosa von Alvensleben née von Klitzing
    Born: Berlin, October 7, 1909
    Died: June 10, 2004
    Married first 1935 (divorced 1936) Johannes von Mutzenbecher (1903-1983)
    Married second 1939 (divorced 1952) Ludolf Count von Alvensleben-Schönborn (1910-) [son of Joachim Martin Count von Alvensleben-Schönborn (1877-1969) and 1) 1908 (divorced) Katharina Countess Bninska (1884-1968)]
    Daughter of Dietrich von Klitzing (1873-1940) and 1908, Mimosa Baud (1876-1935), melihat makam tn Baud dan Mimosa seharusnya lebih terawat karena bernilai sejarah, batu nisannya Mimosa pernah ada di Jepang, mungkin keluarga terakhir mereka yang masih hidup anak2nya Mimosa Von Alvensleben (cucunya Mimosa Baud). kalo Bapak bisa mencari kontaknya mungkin cerintanya akan lain dengan makam mantan pemilik perkebunan tersebut,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s